Oleh: Shaied Kumar | 10 Juli 2009

ampuni aku ya Robb

ASTAGHFIRULLOHAL’ADZIIM

istighfar

istighfar5

Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji-Mu, semampuku. Aku mohon perlindungan dari kejelekan perbuatanku. Aku mengakui banyak-nya nikmat-Mu (yang Engkau anugerahkan) kepadaku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau”
Amiin ya Alloh ya Robbal ‘lamiiin

Oleh: Shaied Kumar | 22 Mei 2012

Pilih Nama Siapa???

Buat Jagoan Kecilku

jagoan Kecilku…

sudah lama aku menantikanmu..

dulu ..

waktu aku masih lajang

aku selalu berangan-angan..

kalau anakku laki-laki akan aku beri nama Abdullah

dan kalau anakku perempuan akan aku beri nama Fatimaturrahmah

kini..

aku telah Berdua,,bersama istri tercinta..

dan engkaupun akhirnya datang jua..

Jagoan kecilku..

setelah sembilan bulan kurang sedikit lamanya..

ibumu mengandungmu dengan tetap sabar dan taqwa

ia rajin mengaji dan selalu taat pada suami..

maka dari itu patuhlah engkau pada ibumu nanti..

Jagoan kecilku,,

saat ibumu mengandung umur Delapan  Bulan

nama Abdullah Yahya Tiba-tiba muncul dalam pikiran..

Kemudian berubah menjadi Abdullah Yahya Umar setelah engkau di lahirkan ..

Tapi itu semua baru cuma sekedar nama keinginan seorang,,

kini setelah bebrapa hari engkau di lahirkan,,

ada beberapa Alternatif nama Pilihan..

yang semuanya itu punya misi dan tujuan..

inilah sebuah pilihan

1. abdullah

2. abdullah Yahya

3. Abdullah Yahya Umar

4. Abid Yahya Umar

5. Abid Setiaddin Al ‘umar

6 . Farhaz Umar Abid Setiaddin

walaupun berbeda-beda artinya,,

tapi semua intinya  punya misi dan tujuan yang  sama..

yaitu agar engkau semoga menjadi orang yang taqwa

Selalu taat menjalankan perintah Agama

beriman kepada Alloh dan Rosulnya, ,

jagoan kecilku

Semoga nama yang di berikan kepadamu,,

adalah sesuai dengan do’a dan harapan kedua orang tuamu..

Amiin Ya Alloh Ya Robbal  ‘alamiin

Dengan menyebut nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

tercatat dalam kitab Al-Qur’an,, Alloh Berfirman :

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (Q.S . Al-Luqman 12-19 )

Oleh: Shaied Kumar | 21 Maret 2012

Do’a Buat Wanita yang sedang Hamil

Do’a Buat Wanita yang sedang Hamil

Berikut Do’a untuk Wanita yang sedang Hamil :

Gambar

Gambar

Do’a Untuk Wanita yang sedang Hamil berumur 7 Bulan

Gambar

DO’A UNTUK WANITA YANG SEDANG MELAHIRKAN

Berikut Do’a untuk wanita yang sedang melahirkan :

Gambar

Oleh: Shaied Kumar | 6 Agustus 2011

Sholatun Bissalaamil Mubiin

HABIB SYECH ABDUL QODIR ASSEGAF

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf adalah salah satu putra dari 16 bersaudara putra-putri Alm. Al-Habib Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf ( tokoh alim dan imam Masjid Jami’ Asegaf di Pasar Kliwon Solo), berawal dari pendidikan yang diberikan oleh guru besarnya yang sekaligus ayah handa tercinta, Habib Syech mendalami ajaran agama dan Ahlaq leluhurnya. Berlanjut sambung pendidikan tersebut oleh paman beliau Alm. Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf yang datang dari Hadramaout.

Habib Syech juga mendapat pendidikan, dukungan penuh dan perhatian dari Alm. Al-Imam, Al-Arifbillah, Al-Habib Muhammad Anis bin Alwiy Al-Habsyi (Imam Masjid Riyadh dan pemegang magom Al-Habsyi). Berkat segala bimbingan, nasehat, serta kesabaranya, Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf menapaki hari untuk senantiasa melakukan syiar cinta Rosul yang diawali dari Kota Solo. Waktu demi waktu berjalan mengiringi syiar cinta Rosulnya, tanpa disadari banyak umat yang tertarik dan mengikuti majelisnya, hingga saat ini telah ada ribuan jama’ah yang tergabung dalam Ahbabul Musthofa. Mereka mengikuti dan mendalami tetang pentingnya Cinta kepada Rosul SAW dalam kehidupan ini.

Ahbabul Musthofa, adalah salah satu dari beberapa majelis yang ada untuk mempermudah umat dalam memahami dan mentauladani Rosul SAW, berdiri sekitar Tahun 1998 di kota Solo, tepatnya Kampung Mertodranan, berawal dari majelis Rotibul Haddad dan Burdah serta maulid Simthut Duror Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf memulai langkahnya untuk mengajak ummat dan dirinya dalam membesarkan rasa cinta kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW .

Sampai sekarang, Habib Syech masih melantunkan syair-syair indah nan menggetarkan hati Sholawat Shimthud Durror di berbagai tempat, untuk di Jogja setiap malam Jumat Pahing di IAIN SUKA, Timoho.

Sholawat rutin :
setiap hari Rabu Malam dan Sabtu Malam Ba’da Isyak di Kediaman Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf .
Pengajian Rutin Selapanan Ahbabul Musthofa
- Purwodadi ( Malam Sabtu Kliwon ) di Masjid Agung Baitul Makmur Purwodadi.
- Kudus ( Malam Rabu Pahing ) di Halaman Masjid Agung Kudus.
- Jepara ( Malam Sabtu Legi ) di Halaman Masjid Agung Jepara .
- Sragen ( Malam Minggu Pahing ) di Masjid Assakinah, Puro Asri, Sragen.
- Jogja ( Malam Jum’at Pahing ) di Halaman PP. Minhajuttamyiz, Timoho, di belakang Kampus IAIN.
- Solo ( Malam Minggu Legi ) di Halaman Mesjid Agung Surakarta.

Jangan hanya main band meniru dan mengidolakan gaya orang-orang kafir, tapi Nabi sendiri tidak pernah ditiru dan dipuji puji! Sudah saatnya bersholawat, menjunjung, memuji dan meniru Nabi Muhammad SAW agar memperoleh syafaatnya dan beliau mengakui kita sebagai umatnya, karena percuma saja kita yg mengaku ngaku umatnya, tapi tidak pernah bersholawat.

 

Sumbar : http://syechermania.blogspot.com

 

This slideshow requires JavaScript.

Oleh: Shaied Kumar | 6 Desember 2010

Tahun Baru Islam

Menyambut Tahun Baru Dengan Do’a




Doa Akhir Tahun

Bacalah doa ini tiga kali saat menjelang akhir tahun baru Islam, bisa dilakukan sesudah ashar atau sebelum maghrib pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijah. Dengan doa ini kita memohon ketika kita akan mengakhiri perjalanan tahun yang akan ditinggalkan ini akan mendapatkan ampunan dari Allah Swt. atas perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh-Nya, dan apabila dalam tahun yang akan ditinggalkannya itu ada perbuatan-perbuatan yang diridhai oleh Allah Swt yang kita kerjakan, maka mohonlah agar amal shaleh tersebut diterima oleh Allah Swt.


Bismillaahir-rahmaanir-rahiim

Wa shallallaahu ‘ala sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.

Allaahumma maa ‘amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani ‘anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati wa da’autani ilattaubati minhu ba’da jur’ati alaa ma’siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa’adtani ‘alaihits-tsawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha’ rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa ‘aalihii wa sahbihii wa sallam

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.

Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.

Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.

Doa Awal Tahun

Bacalah doa ini tiga kali saat kita memasuki tanggal 1 Muharam. Bisa dilakukan selepas maghrib atau pun sesudahnya. Dengan doa ini kita sebagai Mu’min memohon kepada Allah Swt. agar dalam memasuki tahun baru ini kita dapat meningkatkan amal kebajikan dan ketaqwaan.


Bismillaahir-rahmaanir-rahiim

Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam.

Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa ‘alaa fadhlikal-’azhimi wujuudikal-mu’awwali, wa haadza ‘aamun jadidun qad aqbala ilaina nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni

ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.

Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.

Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.

Semoga bermanfaat … Amiin

Oleh: Shaied Kumar | 22 November 2010

Walimatul Ngurusy

Tujuan Pernikahan dalam Islam


Untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang asasi.
Pernikahan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan aqad nikah (melalui jenjang pernikahan). Bukan dengan cara yang amat kotor menjijikan seperti cara-cara orang sekarang seperti: berpacaran, kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang jauh dan diharamkan oleh Islam.

Untuk membentengi ahlak yang luhur.
Sasaran utama dari disyari’atkannya pernikahan dalam Islam di antaranya ialah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji yang telah menurunkan dan meninabobokan martabat manusia yang luhur. Islam memandang pernikahan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan serta melindungi masyarakat dari kekacauan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih Menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

Untuk menegakkan rumah tangga yang islami.
Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya Thalaq (perceraian). Jika suami istri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah, sebagaimana firman Allah: “Thalaq (yang dapat dirujuki) dua kali, setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zhalim”. (Al-Baqarah : 229).

Yakni keduanya sudah tidak sanggup melaksanakan syari’at Allah. Dan dibenarkan rujuk (kembali nikah lagi) bila keduanya sanggup menegakkan batas-batas Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam lanjutan ayat di atas: “Kemudian jika si suami menthalaqnya (sesudah thalaq yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dinikahkan dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami yang pertama dan istri) untuk nikah kembali, jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah, diterangkannya kepada kaum yang (mau) mengetahui”. (Al-Baqarah: 230).

Jadi tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agar suami istri melaksanakan syari’at Islam dalam rumah tangganya. Hukum ditegakkannya rumah tangga berdasarkan syari’at Islam adalah WAJIB. Oleh karena itu setiap muslim dan muslimah yang ingin membina rumah tangga yang Islami, ajaran Islam telah memberikan beberapa kriteria tentang calon pasangan yang ideal yaitu: (a) sesuai kafa’ah; dan (b) shalih dan shalihah.

Kafa’ah menurut konsep islam
Pengaruh materialisme telah banyak menimpa orangtua. Tidak sedikit pada zaman sekarang ini orang tua yang memiliki pemikiran, bahwa di dalam mencari calon jodoh putra-putrinya, selalu mempertimbangkan keseimbangan kedudukan, status sosial dan keturunan saja. Sementara pertimbangan agama kurang mendapat perhatian. Masalah Kufu’ (sederajat, sepadan) hanya diukur lewat materi saja.
Menurut Islam, kafa’ah (atau kesamaan/kesepadanan/ sederajat dalam pernikahan) dipandang sangat penting karena dengan adanya kesamaan antara kedua suami istri itu, maka usaha untuk mendirikan dan membina rumah tangga yang Islami Insya Allah akan terwujud. Tetapi kafa’ah menurut Islam hanya diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta akhlaq seseorang. Allah memandang sama derajat seseorang baik itu orang Arab maupun non Arab, miskin atau kaya. Tidak ada perbedaan dari keduanya kecuali derajat taqwanya.

Firman Allah: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang-orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Hujurat : 13).

Dan mereka tetap sekufu’ dan tidak ada halangan bagi mereka untuk menikah satu sama lainnya. Wajib bagi para orangtua, pemuda, pemudi untuk meninggalkan faham materialis dan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang Shahih. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wanita dikawini karena empat hal : Karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”. (Hadits Shahih Riwayat Bukhari, Muslim).

Memilih yang shalih dan shalihah
Lelaki yang hendak menikah harus memilih wanita yang shalihah dan wanita harus memilih laki-laki yang shalih. Menurut Al-Qur’an: “Wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, olkeh karena Allah telah memelihara (mereka)”. (An-Nisaa : 34). Menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits yang Shahih di antara ciri-ciri wanita yang shalihah ialah : “Ta’at kepada Allah, ta’at kepada Rasul, memakai jilbab (pakaian) yang menutup seluruh auratnya dan tidak untuk pamer kecantikan (tabarruj) seperti wanita jahiliyah (Al-Ahzab : 32).

Tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahram, ta’at kepada orangtua dalam kebaikan, ta’at kepada suami dan baik kepada dan lain sebagainya”. Bila kriteria ini dipenuhi Insya Allah rumah tangga yang Islami akan terwujud. Sebagai tambahan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih wanita yang peranak dan penyayang agar dapat melahirkan generasi penerus umat.

Untuk meningkatkan ibadah kepada Allah.
Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadatan dan amal shalih di samping ibadah dan amal-amal shalih yang lain. Sampai-sampai bersetubuh (berhubungan suami-istri) pun termasuk ibadah (sedekah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah!.” Mendengar sabda Rasulullah itu para shahabat keheranan dan bertanya: “Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala ?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab: “Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa .? “Jawab para shahabat : “Ya, benar”. Beliau bersabda lagi : “Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala!”. (Hadits Shahih Riwayat Muslim, Ahmad dan Nasa’i dengan sanad yang Shahih).

Untuk mencari keturunan yang shalih dan shalihah.
Tujuan pernikahan diantaranya ialah untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam. Allah berfirman: “Allah telah menjadikan dari diri-diri kamu itu pasangan suami istri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?”. (An-Nahl : 72).

Yang tak kalah pentingnya, dalam pernikahan bukan hanya sekedar memperoleh anak, tetapi berusaha mencari dan membentuk generasi yang berkualitas yaitu mencetak anak yang shalih dan Shalihah serta bertaqwa kepada Allah SWT. Keturunan yang shalih tidak akan diperoleh melainkan dengan tarbiyah Islam (pendidikan Islam) yang benar. Disebutkan demikian karena banyak “Lembaga Pendidikan Islam”, tetapi isi dan metodanya tidak Islami. Sehingga banyak terlihat anak-anak kaum muslimin tidak memiliki ahlaq Islami sebagai akibat pendidikan yang salah. Oleh karena itu suami istri bertanggung jawab mendidik, mengajar, dan mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar.

Islam memandang bahwa pembentukan keluarga merupakan salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemasyarakatan berdasarkan Islam yang akan mempunyai pengaruh besar dan mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi umat Islam.

IJAB QOBUL

Dalam ijab dan qobul pernikahan, seringnya penghulu (atau siapapun yang mengakadkan) memakai tambahan-tambahan yang sifatnya “tidak wajib”. Namun tambahan apapun yang mereka berikan, tidak akan keluar dari pernyataan di bawah ini:

اَنْکَحْتُكَ وَ زَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ …. بِنْتِ …. عَلَی الْمَهْرِ ….

(Ankahtuka wa Zawwajtuka Makhtubataka …. Binti …. alal Mahri ….)

Artinya:
“Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu …. puteri ….. dengan mahar …..”

Itu jika yang mengakadkan orang lain; bukan ayah mempelai perempuan. Namun ayahnya langsung yang menikahkan maka setelah kata “pinanganmu” (مخطوبتك) bisa ditambah dengan dengan kata “puteriku” (بنتي) sehingga menjadi:

اَنْکَحْتُكَ وَ زَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ بِنْتِيْ …. عَلَی الْمَهْرِ ….

(Ankahtuka wa Zawwajtuka Makhtubataka Binti …. alal Mahri ….)

Artinya:
“Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu puteriku ….. dengan mahar …..”

Siapapun yang menikahkan, baik ayah mempelai wanita maupun orang lain, maka jawabannya adalah:
قَبِلْتُ نِکَاحَهَا وَ تَزْوِيْجَهَا عَلَي الْمَهْرِ الْمَذْکُوْرِ وَ رَِضِْیتُ بِهِ وَ اللهُ وَلِيُّ التَّوْفِیْقِ

(Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq)

Artinya:
“Aku terima pernikahan dan perkawinannya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah”
2. Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia, pernyataan ijab kurang lebih sebagai berikut:

Saya nikahkan engkau, …..  <nama calon mempelai pria> bin ….  <nama ayah calon mempelai pria> dengan ananda xxxx <nama calon mempelai wanita> binti yyyy <nama ayah calon mempelai wanita>, dengan mas kawin zzzz <semisal: perhiasan emas 18 karat seberat 20 gram> dibayar <tunai/hutang>

Pernyataan di atas harus segera dijawab oleh calon mempelai pria, tidak boleh ada jeda waktu yang signifikan (sehingga bisa disela dengan pengucapan kabul oleh pihak selain calon mempelai pria), yaitu:

Saya terima nikahnya xxxx <nama calon mempelai wanita> binti yyyy <nama ayah calon mempelai wanita> dengan mas kawin tersebut dibayar <tunai/hutang>

Contoh

Nama-nama di bawah ini merupakan contoh yang sengaja dipilih untuk memudahkan pemahaman artikel

* Calon mempelai pria: Muhammad Juandy

* Ayah mempelai pria: Sumarto
* Calon mempelai wanita: Mugi Rahayu
* Ayah mempelai wanita: Amin Muser

Ijab yang diucapkan Bp. Amin Muser  ingin menikahkan putrinya sendiri (tanpa diwakilkan):

Saya nikahkan engkau, Muhammad Juandy Bin Sumarto, dengan putri saya, Mugi Rahayu Binti Muser  dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sejumlah Rp 872.005 dibayar tunai …

Maka, mas Muhammad Juandy harus mengucapkan kabul (menjawab) dengan segera (kalau bisa dalam satu nafas):

Saya terima nikahnyaMugi Rahayu Binti Muser  dengan mas kawin tersebut tunai.

Setelah Muhammad Juandy  mengucapkan kabul, para saksi mengecek apakah pengucapan ijab dan kabul ini tidak diselingi oleh pernyataan lain. Dengan kata lain, ucapan ijab dari wali mempelai wanita dengan kabul dari mempelai pria harus sambung menyambung tanpa putus, tanpa ada jeda. Jika para saksi menganggap ijab dan kabulnya sambung menyambung, maka biasanya mereka menetapkan bahwa akad nikah yang barusan dilakukan adalah sah, dengan mempertimbangkan terpenuhinya persyaratan rukun nikah.

Apabila calon mempelai pria memutuskan untuk menggunakan bahasa Arab untuk ijab & kabul, maka yang perlu diingat adalah lafadz kabul yang harus diucapkan sebagai berikut:

qabiltu nikahaha wa tazwijaha bil-mahril-madzkur

( Semoga Bermanfaat)

Oleh: Shaied Kumar | 30 Juni 2010

Mari Membaca Kembali

ANDAI AL-QUR’AN DAPAT BERBICARA

Bila Al-Qur’an bisa berkata kata….dia akan berkata…
” Waktu engkau masih kanak kanak, kau laksana kawan sejatiku. Dengan wudhu aku kau sentuh dalam keadaan suci. Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari. Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari. Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra.
sekarang engkau telah dewasa … nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah..?menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu. Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja? sekarang engkau simpan rapi sekali hingga engkau lupa dimana menyimpannya.
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu.Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan. Kini aku lebih banyak tersingkir dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian. Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan..
dulu..pagi-pagi…surat-surat yang ada padaku engkau baca beberapa halaman. Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…sekarang..pagi pagi sambil minum kopi..engkau baca koran pagi dan nonton berita TV. Waktu senggang …..engkau sempatkan baca buku karangan manusia.
sedangkan aku yg berisi ayat ayat yg datang dari Aloh Yang Maha Perkasa. Engkau campakan, engkau abaikan dan engkau lupakan…waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalllah). Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi. Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh Swt yang terdapat padaku di laci mobilmu. Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasion radio favoritmu.. Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku.
dimeja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum mulai kerja. Dikomputermu pun kau putar musik favoritmu. Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun. E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku pun kadang kau abaikan. Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu. Benarlah dugaanku bahwa engkau kini benar benar melupakanku. Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV. atau film sinetron dan sinetron laga. Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk. Hanya sekedar menbaca berita murahan dan gambar sampah.
waktupun cepat berlalu …aku menjadi semakin kusam dalam lemari. Mengumpul debu di lapisi abu dan mungkin dimakan kutu. Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali. Itupun hanya beberapa lembar dariku. Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu. Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku. apakah Koran TV, Radio, Komputer, dapat memberimu pertolongan? Bila engkau di kubur sendiriian menunggu sampai kiamat tiba Engakau akan diperiksa oleh para malaikatsuruhan-Nya. Hanya dengan ayat-ayat Alloh yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu..Setiap saat berlalu..kuranglah jatah umurmu..Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu. Engau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu. Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu. Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati..Dikuburmu Aku akan datang sebagai seorang pemuda gagah nan tampan. Yang akan membantu engkau membela diri. Bukan koran yang akan membantumu dari perjalanan di Alam akhirat. Tapi “Qur’an ” kitab sucimu. Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.
Peganglah aku lagi…bacalah kembali aku setiap hari. Karena ayat ayat yang ada padaku adalah ayat suci yang berasal dari Alloh Swt, Tuhan Yang Maha Mengetahui. Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rosululloh saw. Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu..jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam dalam laci mobilmu.letakkan aku selalu d depan meja kerjamu. Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu.
Sentuhlah aku kembali..Baca dan pelajari lagi aku..setiap datangnya pagi dan sore hari seperti dulu..dulu sekali.. Waktu engkau masih kecil, lugu dan polos..Di suarau kecil kampungmu yang damai. Jangan aku engkau biarkan sendiri..Dalam bisu dan sepi…
Maha benar Alloh, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana…

This slideshow requires JavaScript.

 

Oleh: Shaied Kumar | 30 Juni 2010

CINTANYA ROSUL KEPADA UMATNYA

SUNGGUH MULIA AKHLAQ BAGINDA ROSUL

Betapa mulia dan indahnya akhlak baginda ya Rasulullah mengingatkan kita dalam kematian.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yg berseru mengucapakan salam ” Bolehkah saya masuk ?” tanyanya. tapi Fatimah tidak mengizinkan masuk. ” Maafkan ayahku sedang demam ” kata Fatimah yg membalikan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemiu ayahnya yg ternyata sudah membuka mata. dan bertanya pada Fatimah ” Siapakah itu wahai anakku ?” tak tau ayahku, orang sepertinya baru sekali ini baru melihatnya ” tutur Fatimah lembut .
Lalu, Rasulallah menatap putrinya itu dngan pandangan yg menggetarkan . seolah-olah bahagian demi bahagiaan anaknya itu hendak di kenang.
” Ketahuilah dialah yg menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yg memisahkan pertemuan di dunia, dialah Malaikatul Maut ” kata Rasulullah. Fatimahpun menahan ledakan tangisnya.
Malaikat maut datang dan menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menemaninya.
Kemudian di panggilah Jibril yg sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih ALLAH dan penghulu dunia .” Jibril jelaskan apa hakku nanti di hadapan ALLAH ?”
Tanya Rasulullah dengan suara yg lembut. ” Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu, semua surga terbuka lebar menanti kehadiranmu ”. kata Jibril.
Tapi itu semua ternyata tak membuat hati Rasulullah lega. matanya masih penuh kecemasan. ” Engkau tidak senang dengan kabar ini?” tanya Jibril lagi.
” Kabarkan kepadaku bagaiman anasib umatku kelak ?”
Jangan khawatir wahai Rasul ALLAH, aku pernah mendengar ALLAH berfirman
kepadaku. ” Ku haramkan surga bagi siapa saja kecuali umat Muhammad telah ada di dalmnya ” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. perlahan ruh Rasulullah di tarik, nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya mengencang.
” Jibril betapa sakit sakaratul maut ini ” perlahan Rasulullah mengaduh, Fatimah terpejam, Ali yg di sampingnya menunduk semakin dalam, dan jibril memalingkan muka.
” Jijikah kau melihatku hingga kau palingkan wajahmu Jibril ?” tanya Rasulullah pada malaikat penghantar wahyu itu.
” Siapakah yg sanggup melihat kekasih ALLAH di renggut ajal ” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh karena sakit yg tak tertahankan lagi.
” Ya ALLAH dahsyat nian maut ini , limpahkan saja siksa maut ini padaku jangan pada umatku ”. Badan Rasulullah mulai dingin kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seperti hendak mengucapkan sesuatu, mendekatkan telinganya.
” Uushiikum bis-shalaati , wama malakat aimaanukum – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu ”
Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan , sahabat saling berpelukan, Fatimah menutup tangan di wajahnya dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yg mulai kebiruan.
” Ummati , ummati ,ummatiii !! ”- umatku , umatku , umatku ”.
Dan berakhirlah hidup manusia Mulia yg memberi sinaran itu .
Kini mampukah kita mencintai sepertinya ??
Allahumma sholli’alaa Muhammad wa’alaihi wasahbihi wasalim…
Betapa cintanya Rasulullah pada kita.
Usah gelisah apabila di benci manusia karena masih banyak yg menyayangimu di dunia.
Tapi gelisahlah apabila di benci ALLAH karena tiada lagi yg mengasihimu di akhirat kelak..

Oleh: Shaied Kumar | 30 Juni 2010

Bumipun Berkata

SEPULUH PERKATAAN BUMI PADA MANUSIA

Bumi ini setiap hari menyeru kepada manusia dengan 10 seruan berikut :
1. Wahai anak Adam, kalian berjalan di atas punggungku, sedangkan tempat kembali kalian adalah perutku.
2. Kalian berbuat dosa di atas punggungku, sedangkan kalian akan disiksa di dalam perutku.
3. Kalian tertawa di atas punggungku, padahal kalian akan menangis di dalam perutku.
4. Kalian bergembira di atas punggungku, tetapi kalian akan bersedih di dalam perutku.
5. Kalian akan mengumpul-ngumpulkan harta di atas punggungku, sedangkan kalian akan menyesalinya di dalam perutku.
6. Kalian memakan barang yang haram di atas punggungku, sedangkan makhluk di dalam bumi akan memakan tubuhmu di dalam perutku.
7. Kalian bersikap sombong di atas punggungku, sedangkan kalian akan menjadi hina di dalam perutku.
8. Kalian bisa bersuka ria di atas punggungku, sedangkan kalian akan sedih di dalam perutku.
9. Kalian bisa berjalan di bawah cahaya matahari, bulan, dan lampu di atas punggungku, sedangkan kalian akan berada di dalam kegelapan di dalam perutku.
10. Kalian bisa berkumpul-kumpul di atas punggungku, sedangkan kalian akan tinggal sendirian di dalam perutku.

Seandainya suara bumi dapat kita dengar setiap hari, mungkin kita akan terbius dalam isak tangis, dan tersadar dari lamunan dunia, bahwa sesungguhnya kita hanyalah hamba yang lemah, yang sering berbuat dosa dan melakukan kesalahan …

Oleh: Shaied Kumar | 30 Juni 2010

TUKANG CUKUR

CERITA TUKANG CUKUR


Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
amma ba’du,

Seorang pelanggan datang ke tempat tukang cukur untuk merapikan rambut dan mencukur kumisnya.
Si tukang cukur mulai bekerja dan seperti biasa memulai pembicaraan hingga suasananya menghangat.
Mereka berbicara berbagai topik pembicaraan hingga sampailah diskusi tentang Tuhan
Si tukang cukur bilang: “Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa anda bilang begitu??” balas si pelanggan

“Begini Pak, coba anda perhatikan di depan sana, di jalanan… untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan padaku, jika Tuhan itu memang ada, adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah kemelaratan? ?
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.
Si pelanggan tidak merespon, karena fikirnya tidak ada gunanya berdebat bila tidak ada argumen dan bukti yang kuat, hanya akan jadi debat kusir saja.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si pelanggan itu pun pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Di tengah jalan dia melihat seseorang dengan rambut panjang acak-acakan, kotor dan brewok yang tidak terawat. Orang itu terlihat kotor dan jorok
Si pelanggan segera kembali ke tempat tukang cukur lalu berkata: “Tahukah anda
sebenarnya TUKANG CUKUR ITU TIDAK ADA!!”
Si tukang cukur tidak terima dan balas berkata: “kok anda bisa bilang seperti itu? Saya di sini, tukang cukur, ada!, dan baru saja saya mencukur anda!”.
“Tidak!” kata si pelanggan, lalu menambahkan “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”
“Ah iya sih, tapi tukang cukur tetap saja ada!” sanggah tukang cukur. “Jika anda melihat orang seperti itu, itu adalah salah mereka sendiri. Kenapa mereka tidak datang ke saya? Tidak minta saya cukur?” jawabnya membela diri.
“Yup!” kata si pelanggan menyetujui. “Itulah poin utamanya. TUHAN ITU ADA! Tetapi apa yang terjadi? Orang-orang tidak mau datang kepadaNya, tidak mau mencariNya, tidak mau meminta tolong kepadaNya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini”
Si tukang cukur hanya bisa bengong….

Wa min Allah at taufiq hidayah wal inayah, wa bi hurmati Habib wa bi hurmati fatihah!!

Oleh: Shaied Kumar | 6 November 2009

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.