Oleh: Shaied Kumar | 17 April 2009

AKU RINDU ENGKAU YA ROSUL

YA ROSULALLOH YA HABIBALLOH

Ya habibi, ya sayyidi
Wahai kekasihku, wahai tuanku
Nasabmu dibuang oleh Yahudi
Namun engkaulah batu penjuru
Wahai Nabi yang tinggi derajat
Cahayamu berkelana berabad-abad
Dari sulbi suci ke sulbi suci
Dari rahim suci ke rahim suci
Cahayamu menghias wajah Adam yang mulya
Juga pada Abdullah putera Shoyba
Terkandung dalam rahim Hawa
hingga lahir dari rahim Aminah
ketika ada kilauan seperti cahaya
nur dari sisi-Nya
Habibana wa Sayyidina
Dialah penakluk segala bangsa
Padamlah api majusi di hari lahirnya
Tanda runtuhnya Kisra Persia
Awan bergerak menaunginya
Pohon merunduk menghormatinya
Kagumlah Bukhaira pada Ahmada
Nabi yang mulya dari Arabia
Mereka meminta sebuah tanda
maka matahari dan bulan datang kepadanya
Terbelah pula bulan purnama
Bekasnya masih terlihat nyata
Syariatnya berlaku hingga akhir dunia
Mengajak ummat agar bertaqwa
Keselamatan dan kesejahteran dari Tuhannya
tercurah berlimpah bagi Ahmada
Tak malu duduk berama masakin
Dialah kekasihku Muhammadin
Sayyidul Anbiya’i wal Mursalin
Orang terpercaya berjuluk Al-Amin
Adam Ibrahim berkata, “Anakku”
Musa dan Harun berkata, “Saudaraku”
Daud Sulaiman berkata, “Tuanku”
Allah Ar-Rahman berfirman, “Rasul-Ku”
Wajahnya bagai bulan purnama
Bundar bercahaya sungguh mempesona
Giginya putih bagai mutiara
Keringatnya wangi tiada duanya
Putih bersih dan merah cerah kekasihku
menyolok mata di antara selaksa orang
Hitam bagai gagak rambut kekasihku
bagai kawanan domba yang turun bergelombang
Dia berhijrah bersama shahabatnya
Menuju negeri Bani Taima
seorang pangeran Ismail yang perkasa
Penduduk Taima menanti kedatangannya
Kapankah dia tiba?
Mereka menanti dengan setia
Berharap dan mengawasi dengan seksama
Hai penduduk tanah Taima, keluarlah
bawalah air kepada orang yang haus
berikan roti kepada orang pelarian dan sambutlah
Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang yang terhunus
Setelah satu periode masa kerja prajurit upahan
Tuan manusia bersama sepuluh ribu orang kudus
pergi menuju tanah kelahiran
Tunduk kepadanya kaum Quraisy
Tanpa darah, tanpa perlawanan
Tak ada dendam yang ingin ia tebus
Dengarlah hai manusia
Tuanmu telah berbicara
Diwariskannya Al-Qur`an dan Sunnah
Maka bergabunglah engkau bersama jama’ah

HABIB NOVEL BIN ZINDAN
(Disunting : Shaied Kumar Syah)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: