Oleh: Shaied Kumar | 30 Juni 2010

CINTANYA ROSUL KEPADA UMATNYA

SUNGGUH MULIA AKHLAQ BAGINDA ROSUL

Betapa mulia dan indahnya akhlak baginda ya Rasulullah mengingatkan kita dalam kematian.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yg berseru mengucapakan salam ” Bolehkah saya masuk ?” tanyanya. tapi Fatimah tidak mengizinkan masuk. ” Maafkan ayahku sedang demam ” kata Fatimah yg membalikan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemiu ayahnya yg ternyata sudah membuka mata. dan bertanya pada Fatimah ” Siapakah itu wahai anakku ?” tak tau ayahku, orang sepertinya baru sekali ini baru melihatnya ” tutur Fatimah lembut .
Lalu, Rasulallah menatap putrinya itu dngan pandangan yg menggetarkan . seolah-olah bahagian demi bahagiaan anaknya itu hendak di kenang.
” Ketahuilah dialah yg menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yg memisahkan pertemuan di dunia, dialah Malaikatul Maut ” kata Rasulullah. Fatimahpun menahan ledakan tangisnya.
Malaikat maut datang dan menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menemaninya.
Kemudian di panggilah Jibril yg sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih ALLAH dan penghulu dunia .” Jibril jelaskan apa hakku nanti di hadapan ALLAH ?”
Tanya Rasulullah dengan suara yg lembut. ” Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu, semua surga terbuka lebar menanti kehadiranmu ”. kata Jibril.
Tapi itu semua ternyata tak membuat hati Rasulullah lega. matanya masih penuh kecemasan. ” Engkau tidak senang dengan kabar ini?” tanya Jibril lagi.
” Kabarkan kepadaku bagaiman anasib umatku kelak ?”
Jangan khawatir wahai Rasul ALLAH, aku pernah mendengar ALLAH berfirman
kepadaku. ” Ku haramkan surga bagi siapa saja kecuali umat Muhammad telah ada di dalmnya ” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. perlahan ruh Rasulullah di tarik, nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya mengencang.
” Jibril betapa sakit sakaratul maut ini ” perlahan Rasulullah mengaduh, Fatimah terpejam, Ali yg di sampingnya menunduk semakin dalam, dan jibril memalingkan muka.
” Jijikah kau melihatku hingga kau palingkan wajahmu Jibril ?” tanya Rasulullah pada malaikat penghantar wahyu itu.
” Siapakah yg sanggup melihat kekasih ALLAH di renggut ajal ” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh karena sakit yg tak tertahankan lagi.
” Ya ALLAH dahsyat nian maut ini , limpahkan saja siksa maut ini padaku jangan pada umatku ”. Badan Rasulullah mulai dingin kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seperti hendak mengucapkan sesuatu, mendekatkan telinganya.
” Uushiikum bis-shalaati , wama malakat aimaanukum – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu ”
Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan , sahabat saling berpelukan, Fatimah menutup tangan di wajahnya dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yg mulai kebiruan.
” Ummati , ummati ,ummatiii !! ”- umatku , umatku , umatku ”.
Dan berakhirlah hidup manusia Mulia yg memberi sinaran itu .
Kini mampukah kita mencintai sepertinya ??
Allahumma sholli’alaa Muhammad wa’alaihi wasahbihi wasalim…
Betapa cintanya Rasulullah pada kita.
Usah gelisah apabila di benci manusia karena masih banyak yg menyayangimu di dunia.
Tapi gelisahlah apabila di benci ALLAH karena tiada lagi yg mengasihimu di akhirat kelak..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: