Oleh: Shaied Kumar | 30 Juni 2010

TUKANG CUKUR

CERITA TUKANG CUKUR


Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
amma ba’du,

Seorang pelanggan datang ke tempat tukang cukur untuk merapikan rambut dan mencukur kumisnya.
Si tukang cukur mulai bekerja dan seperti biasa memulai pembicaraan hingga suasananya menghangat.
Mereka berbicara berbagai topik pembicaraan hingga sampailah diskusi tentang Tuhan
Si tukang cukur bilang: “Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa anda bilang begitu??” balas si pelanggan

“Begini Pak, coba anda perhatikan di depan sana, di jalanan… untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan padaku, jika Tuhan itu memang ada, adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah kemelaratan? ?
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.
Si pelanggan tidak merespon, karena fikirnya tidak ada gunanya berdebat bila tidak ada argumen dan bukti yang kuat, hanya akan jadi debat kusir saja.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si pelanggan itu pun pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Di tengah jalan dia melihat seseorang dengan rambut panjang acak-acakan, kotor dan brewok yang tidak terawat. Orang itu terlihat kotor dan jorok
Si pelanggan segera kembali ke tempat tukang cukur lalu berkata: “Tahukah anda
sebenarnya TUKANG CUKUR ITU TIDAK ADA!!”
Si tukang cukur tidak terima dan balas berkata: “kok anda bisa bilang seperti itu? Saya di sini, tukang cukur, ada!, dan baru saja saya mencukur anda!”.
“Tidak!” kata si pelanggan, lalu menambahkan “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”
“Ah iya sih, tapi tukang cukur tetap saja ada!” sanggah tukang cukur. “Jika anda melihat orang seperti itu, itu adalah salah mereka sendiri. Kenapa mereka tidak datang ke saya? Tidak minta saya cukur?” jawabnya membela diri.
“Yup!” kata si pelanggan menyetujui. “Itulah poin utamanya. TUHAN ITU ADA! Tetapi apa yang terjadi? Orang-orang tidak mau datang kepadaNya, tidak mau mencariNya, tidak mau meminta tolong kepadaNya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini”
Si tukang cukur hanya bisa bengong….

Wa min Allah at taufiq hidayah wal inayah, wa bi hurmati Habib wa bi hurmati fatihah!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: